Sebenarnya apa yang patut aku tangisi, harusnya aku bersyukur Allah
telah menunjuk siapa ia sebenarnya, 4 Minggu menjelang hari pernikahan
ku, persiapan hampir 70% kala itu, hari yang begitu cerah sekilas
bagaikan hujan yang berisikan kilat menghantam hatiku, kala ku dapati
isi pesan dari seseorang yang tak asing lagi bagi ku, isinya dia
menyatakan memutuskan hubungan dan memintaku untuk tidak menanyakan
alasannya, ngiris hatiku saat itu yang ku sesalkan kenapa dia memutuskan
dengan begitu saja tak terpikirkah di benaknya bagaimana perasaan orang
tua ku khusus’y aku, sungguh sosok nya seperti tak ku kenal lagi, ingin
aku menerima semua ini namun sulit rasanya, sampai sekarang hatiku
selalu bertanya-tanya apa sebenarnya yang membuatnya seperti
ini,mungkinkah dia kembali padaku ya Allah?? Memang seharusnya aku tak
mengharapkannya lagi, namun rasa ini sulit untuk aku pungkiri aku masih
sangat menyayanginya tak bisa aku membencinya ya Allah, aku masih
mengharapkannya kembali.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar